Manusia diberi kehendak bebas oleh
Allah. Mereka dapat menentukan sendiri tujuan hidupnya. Allah
tidak pernah memaksakan kehendak bebas manusia, Dia tidak dapat mencampurinya.
Allah tidak menghendaki kita memilih yang salah, yang menyakiti tetangga kita
atau menyakiti diri kita sendiri.
Sementara orang berputus asa berdoa kepada Tuhan, untuk
membangunkan berjuta-juta orang yang
tidak mempunyai petunjuk yang benar dalam hidupnya. Mengapa manusia harus
diberi kehendak bebas? Kita jadi heran, berjuta-juta orang di bumi ini mati
menurut keyakinan mereka. Kenapa Tuhan membiarkan mereka memilih jalannya
sendiri?
Bumi ini adalah taman Tuhan. Dia melahirkan anak-anak
Allah, untuk bertanggung jawab termasuk untuk menghakimi malaikat. Laki-laki
dan perempuan menjadi anak-anak Allah. Kita seharusnya menjadi Raja dan Imam di
dalam kekudusan Allah selalu.
Tragedi yang terjadi di dunia ini, bukanlah kehendak
Allah. Itu semua terjadi karena ‘free-will’ atau kehendak bebas orang dunia
sendiri. Anak-anak Allah sangat berharga di mata-Nya, Dia tidak menghendaki
adanya tragedi terjadi pada anak-anak-Nya.
Manusia seperti anak yang hilang itu, makan makanan
babi, miskin dan terlantar karena terpesona akan dunia ini, telah belajar dari
kepahitan akan hasil hawa nafsunya, cinta diri, bangga diri dan kebebasan yang keliru.
Manusia kembali mencari Allah, kembali ke rumah Bapa, menemukan-Nya dan bersatu
dengan-Nya dengan satu tujuan dalam hidupnya, untuk memuliakan-Nya!
Manusia mencari Allah dengan harapan mereka
menemukan-Nya, meskipun Allah itu tidak jauh dari mereka. Allah ada di dalam
kita semua. Mereka akan menemukan-Nya ketika kemuliaan Allah di dalam Yesus
Kristus nampak di hati mereka. Mereka yang berpengharapan ini, akan menyucikan
dirinya sebagaimana Dia yang adalah suci.
Karena tujuan hidup ini adalah mencari Allah, dan
hasilnya adalah kesucian dan kasih. Kasih menciptakan kasih. Anak-anak Allah
harus saling mengasihi. Allah sangat senang melihat anak-anak-Nya saling
sengasihi dan bebas dari hawa nafsu! Definisi kasih itu memberi tanpa
mengharapkan balasan!
1
Korintus 13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman,
pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Kasih itu menghadirkan sorga di bumi.
Sekali kita memilih kasih, maka kita perlu diuji. Kasih
itu kehendak bebas kita, tidak bisa dipaksakan. Seperti mencai Allah, itu
kehendak bebas, bisa cari bisa tidak!
Selagi kita mencari Allah, Dia tunjukkan dosa-dosa
kita, hati kita yang tidak benar diungkapkan-Nya. Mengasihi kebenaran berarti
benci kejahatan, benci dosa. Semakin kita tahu kejahatan, semakin kita
menghargai Allah dan kebaikan-Nya. Kita dengan wajar akan ditarik kepada
kasih-Nya Dia menjadi satu-satunya keinginan kita.
Untuk kita mangasihi itu perlu diuji, seperti emas
harus diuji kemurniannya, dibuang kekotorannya. Memang sukar menciptakan kasih
dalam hidup ini. Kita harus melewati kebijaksanaan dunia. Kita harus melawan
kegagingan kita, dan harus digantikan dengan kehendak Allah dalam hidup ini.
Kita harus mempunyai pikiran Kristus, menjadi serupa dengan Dia. Kita harus
mematikan ke-aku-an kita yang lama, untuk dilahirkan kembali sebagi anak Allah.
Hidup di dunia ini, kita memasuki sekolah, pengalaman hidup kita dipakai Tuhan
untuk mengajar kita tentang kebenaran dan dosa. Roh Kudus adalah Guru kita.
Yohanes
16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam
seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi
segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan
memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Allah ada di dalam kita, Dia rindu mengajar kita akan
segala hal. Kalau kita mau berdiam diri, duduk di kaki-Nya serta mendengarkan
Dia, seperti Maria, maka Dia akan berbicara dan mengajar kita. Kita taat akan
perintah-Nya. Kita harus memilih cara hidup yang demikian, kalau kita mau
dipulihkan dan hidup berkelimpahan. Berkelimpahan dalam kasih. Memberi tanpa
mengharapkan balasan! Biarlah itu menjadi tujuan hidup kita. Menghadirkan sorga
di bumi ini. Jangan mengkuatirkan kebutuhan kita, pasti akan dipenuhi, kalau kita
mencari Kerajaan-Nya terlebih dahulu.
Kalau kita menanam kasih, maka malaikat sorga bersama
Kristus akan datang dan menuainya. Jalan kasih itu memang sempit dan lurus, dan
sedikit orang yang menemukannya. Tetapi kita yang sudah tahu akan tujuan hidup
ini, harus melewati jalan yang sempit itu.
Marilah kita mencari tujuan hidup yang benar, agar
hidup kita berkenan kepada Allah. Hidup kita dipulihkan kalau kembali kepada
Bapa, akui kesalahan kita di depan Bapa yang Mahakasih itu. Dia mau kita hidup
dan hidup dalam segala kelimpahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar